Jenis Cek Alergi Anak Yang Harus Orang Tua Ketahui

Jenis Cek Alergi Anak Yang Harus Orang Tua Ketahui

Parenting , , , , , , , 0 Comments

Alergi bisa terjadi pada siapa saja, tidak hanya orang dewasa. Anak-anak pun bisa mengalami alergi. Bahkan dari bayi pun anak-anak sudah beresiko terkena alergi. Misalnya alergi makanan, alergi susu sapi dan masih banyak lainnya. orang tua yang memiliki riwayat alergi, anaknya beresiko terkena alergi juga. Oleh karena itu, anda harus lebih waspada. Daripada hanya mengira-ngira saja, lebih baik anda melakukan tes alergi di rumah sakit. Berikut ini jenis cek alergi anak yang harus anda ketahui.

Skin Prick Test (SPT)

tes alergi ini dilakukan untuk memeriksa alergi terhadap alergen makanan atau yang dihirup. Misalnya tungau, debu, susu, serbuk buka atau jenis seafood. Tes alergi ini hanya boleh dilakukan pada anak usia 3 tahun ke atas dan dalam kondisi sehat. Proses pemeriksaannya dengan memasukan jarum khusus ke kulit lengan bawah. Proses ini tidak sakit dan tidak membuat luka atau mengluarkan darah. Tes ini bisa mengetahui 33 alergi dan hasilnya bisa dilihat dalam waktu 20 menit.

Patch Test

Patch test dikenal dengan pemeriksaan tes tempel kulit. Pemeriksaan ini bisa mengetahui beberapa jenis alergi. Termasuk alergi yang disebabkan kontak bahan kimia. Seperti gejala dermatitis atau penyakit kulit eksim. Tes ini juga hanya bisa dilakukan pada anak usia 3 tahun ke atas. Pemeriksaanya dilakukan pada punggung. Kemudian meletakkan bahan kimia di finn chamber. Saat melakukan test ini sebaiknya anak tidak berkeringat atau terkena air. Hasil testnya akan keluar dalam waktu 48 jam. Jika positif alergi, maka akan muncul kemerahan di punggung.

Radio Allergo Sorbent Test (RAST)

Cek alergi anak selanjutnya bisa menggunakan radio allergo sorbent test. Test alergi ini bisa dilakukan pada anak usia berapa pun. Karena tidak menggunakan obat-obatan. Pemeriksaan ini bisa digunakan untuk test alergi hirup atau makanan. Anak anda akan diambil sampel serum darahnya sekitar 2 cc. kemudian akan dites menggunakan mesin komputerisasi dan hasilnya keluar dalam waktu 4 jam.

Tes Provokasi Obat

Tes provokasi obat bisa dilakukan pada anak usia berapa saja. metode double blind placebo control akan mengetahui alergi yang diderita. Dosis obat yang diberikan akan dinaikan bertahap. Dan reaksinya keluar sekitar 15-20 menit. Tes ini hanya boleh dilakukan pada satu jenis obat saja. untuk mengetahui reaksi obat lainnya, harus dilakukan di hari yang lain.

Selain metode cek alergi anak diatas, masih banyak metode yang bisa anda gunakan. Hal ini tergantung usia dan jenis alergi yang diderita. Selalu perhatikan gejalanya, seperti muncul ruam, pilek, batuk, sesak napas dan lainya. Sehingga anda bisa melakukan pemeriksaan sedini mungkin. sekian informasi kali ini, semoga bermanfaat.